Balita perempuan korban tenggelam di aliran irigasi, Kampung Gedung Karya Jitu saat akan dimakamkan oleh keluarganya

Polsek Rawa Jitu Selatan Identifikasi Balita Tenggelam di Irigasi

POLSEK Rawa Jitu Selatan

Polsek Rawa Jitu Selatan melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) peristiwa tenggelamnya seorang bayi bawah lima tahun (balita) perempuan.

Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK melalui Kapolsek Rawa Jitu Selatan Iptu Wagimin mengatakan, peristiwa tenggelamnya balita tersebut terjadi hari Selasa (01/09/2020), sekira pukul 17.00 WIB, di irigasi air, tanggul penangkis, Kampung Gedung Karya Jitu.

“Identitas korban berinisial NA (4), warga Kampung Gedung Karya Jitu, Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang,” ujar Iptu Wagimin, Rabu (02/09/2020).

Kapolsek menjelaskan, mulanya Selasa (01/09/2020), sekira pukul 08.00 WIB, saksi Srikandi (26), berprofesi pembantu rumah tangga (PRT), mengajak korban yang merupakan anak kandungnya, ke rumah saudara Joko untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Setelah tiba di rumah tersebut, saksi langsung melakukan pekerjaannya sedangkan korban pergi bermain di luar rumah. Sekira pukul 17.00 WIB, saat hendak pulang ke rumahnya saksi melihat korban sudah tidak ada di sekitar rumah.

Balita korban tenggelam saat berada di rumah duka
Balita korban tenggelam saat berada di rumah duka

Saksi lalu berusaha mencari korban dan akhirnya korban berhasil ditemukan dalam keadaan sudah mengambang di aliran irigasi air yang berada di depan rumah saudara Joko.

“Saksi lalu berteriak meminta tolong dan datanglah saksi Adi (24), yang langsung membantu saksi dan memberikan pertolongan kepada korban. Korban lalu dibawa ke Klinik Bidan Ayu, tetapi nyawa korban tidak terselamatkan dan korban dinyatakan MD,” jelas Iptu Wagimin.

Kapolsek menambahkan, petugasnya yang mendapatkan informasi tentang peristiwa tersebut langsung berangkat menuju ke TKP untuk melakukan olah TKP dan memeriksa para saksi.

“Hasil visum et repertum (VER) yang dilakukan petugas medis, di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan penyebab korban MD karena tenggelam,” tambah Iptu Wagimin.

Pihak keluarga korban telah menerima peristiwa ini sebagai sebuah musibah dan telah membuat surat pernyataan tidak bersedia untuk dilakukan autopsi. Korban hari itu juga langsung di makamkan oleh pihak keluarganya.(*)

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *